Perihal perempuan penunggu pagi
15.56Tubuhku gemetar
Sehabis kata kata itu terlontar
Menuju Kearahmu
Manusia menyebutnya 'rindu'
Tak ada kopi malam ini
Tak seperti kemarin
Sebagai gantinya
Kau mengendap dalam obrolan
Seperti kopi
Kau menghirup kantukku ditepi sunyi
Menggantinya dengan tanya
Bergantian dari mulut kita; berdua
Sudah pagi
Matahari telah mencurimu
Diujung jemari yang terkunci
Lelaplah bersama obrolanku dan kau
Makassar, 18 April 2015

0 komentar