Ada Anugrah mengalir disenyummu
08.17Aliran darahku
melucuti tulangku
Karena kedipan matamu
menusukku
Membununuh percaya diriku
Lalu mati ditepi bibirmu
Parasmu merayu mataku
ada anugrah mengalir mengikuti lengkungan senyummu
Aku merayap meminta ampunanmu
Diaspal jalan kotak kepalamu
Kau menghambur luka lama menahanku
Kau mencintai tidurmu
Memelihara dia dalam mimpimu
Sedang aku bertahan menunggu tanpa ragu
Aku dan dia bertarung menikam ingatanmu
Aku tau aku selalu kalah
Namun aku percaya aku akan menjadi satu satunya cahaya sebelum kau memejam
Kepada Dia pemeluk rindu
Yang masih memikul ketidaktahuan tentangku
Aku hanya meminta satu waktumu
Jadilah nona senja
Aku ingin mencintaimu selama usia senja
Karena malammu masih memelihara 'kenangan'
Makassar, 28 Mei 2015

0 komentar