Setelah tualang aku ingin rebah
Di pangkuanmu saja
Meski pahamu telah di penuhi oleh lidah
Aku tetap ingin disitu memenangkan kepala
Apa aku marah?
Kepergianku tak pernah ku anggap salah
Meski ialah penyebab kau mendua
Aku tetap saja setia meski penuh luka
Setelah tualang aku ingin rebah
Di bawah jendela
Meski rumah itu milik kalian berdua
Aku tetap tinggal meski hati ini berdarah
Apa aku gila?
Ketidakwarasanku tak pernah membabi buta
Meski aku tau dialah perusak cerita kita
Aku tetap diam meski akalku di penuhi amarah
Setelah tualang aku ingin rebah
Di keranda, Hingga ajalku tiba
Makassar, 26 Juni 2015
