Seribu Desah yang meniada
pergi entah kemana
antah berantah ka ?
ataukah Puncak renjana
ah sudahlah
aku telah kalut dalam asa
berhenti menerbangkan doa
aku sudah biasa melupa
bahkan hingga
sang fajar berhenti bercahaya
Seribu Desah yang meniada
pergi entah kemana
antah berantah ka ?
ataukah Puncak renjana
ah sudahlah
aku telah kalut dalam asa
berhenti menerbangkan doa
aku sudah biasa melupa
bahkan hingga
sang fajar berhenti bercahaya
Jauh ...
aku memilih jatuh
setelah rindu tidak tersentuh
tangan itu enggan mendekapku
diam ...
aku memilih bungkam
setelah perihku semakin kelam
harapan itu semakin tenggelam
arah ..
aku memilih Patah
setelah mulutku enggan bersuara
Khayalan itu terlalu Parah
hilang ...
aku memilih pulang
setelah Kataku sebatas lalu lalang
Pesona itu mengajak doa berperang
adakah
wadah disana
yang mampu menampung semuanya ??
aku hanya mendiami hati
meyimpan pedih
lalu menemani
Sepasang Kaki yang kini telah pergi
Makassar 24 maret 2015
Fauzan Al Ayyuby
Aku adalah Pria Yang Kehilangan Arah
Bukan tersesat atau Lupa
Hanya saja Alur ceritaku
Tertinggal Pada senyummu
Aku adalah Pria Yang Kehilangan Arah
Bukan Patah semangat atau Luka
Hanya Saja Jalan Kebahagianku
Tertinggal Pada Nadimu
Aku adalah Pria yang kehilangan Arah
Bukan Hancur atau Melemah
Hanya saja likuan Hidupku
Tertinggal didesah Nafasmu
Aku adalah Pria yang kehilangan arah
Apakah kau akan mengalah ??
Dan Membiarkan Cintamu kujarah
Lalu bahagia dalam Naungan Semesta
*Untukmu Perempuan yang tau
Caranya memetik Rindu
#WAP
Kibaslah
Air Mata Menderas saja
Menuruni lekukan wajah
Bibir mengasin Sia sia
Tak ada yang berubah
debu masih saja sama
menggantung pada sayap udara
melekat pada mata yang terpanah
waktu beku
tak mau tenang disitu
menumpuk dalam kulminasi rindu
ah lelah saja yang menyapu
biarkan mereka beradu
air mata, asin dan debu
Nafasku menderas mencari jalan
sepasang matamu menatapku
membawaku menari dalam khayalan
seolah imajiku dibekukan waktu
kau dengan senyum menamparku
aku lalu jatuh cinta
Kepadamu
tanpa rencana
sekalipun waktu menenggelamkanmu
aku tak pernah mengeluh
karena ketika itu
aku telah menghamba
pada pesonamu
Aku bermimpi bersamamu dalam renjana
akankah kau tau
dan kau mau
atau kau malah ragu
lalu membuatku rapuh
entahlah
yang ku tau
Tuhan telah melukis senja
pada senyummu diwajah
Kau
Serpihan rindu
yang melengkapi aku
tak ada yang tau
hanya kita terus memadu
dalam jarak yang menyatu
meski masalah datang menyapu
kita tetap berseru
dalam cinta yang mengangkatku
terlalu tinggi dalam ruang Qalbu
Hingga nanti mereka tau
Kau adalah kekasihku !!
Pagi datang menggulung gelap
aku menatap
mendekap
tiarap
dalam dingin
yang bekukan senyap
Terang datang menaklukkan malam
aku terdiam
mencekam
bersemayam
dalam nyanyian
yang gigilkan kelam
sedang kau
masih terlelap ketika pagi
tak peduli terang dan gelapmu
kau terlalu jauh melahap mimpi
Aku Malaikatmu
Mungkin tak bisa kau sentuh
Namun aku menjagamu
dan senyummu
yang mungkin bisa mengeruh
Aku Malaikatmu
Mungkin Kau akan Ragu
Namun aku melindingumu
Dan keindahanmu
Yang mungkin bisa layu
Aku Malaikatmu
Mungkin kau akan rapuh
Namun aku memantaumu
dan kesucian auratmu
Yang mungkin takkan utuh
Aku tau
kau akan tercandu
dijaga dan dilindungiku
namun aku pastikan berlalu
jika bahagia telah memangkumu
Terlampau jauh sudah aku mengukur cuaca yang bergantian menjamah hatimu. aku tak bisa membacanya, selalu berubah ubah. apa yang harus ku perbuat jika seperti ini ?? rasa yang dulu sangat luar biasa keras kepala kini hanya kepala yang remuk akibat selalu terbentur asa. andai matahari tak pernah menggulung gelap mungkin aku selalu hidup dalam malam yang menyanyikan lagu kelam. hati selalu duduk lalu membiarkan resah dan gelisah mengikis rasaku perlahan kepadamu.
apakah ada rasa yang lebih gigih mempertahankan kebodohannya lebih dari ini ??
Rasa itu terus kupaku pada jalan jalan menuju mimpimu. aku berharap suatu saat kau akan tersandung dan jatuh kedalam rasa itu. kau menimpanya lalu rasa itu akan memelukmu dalam mimpi. pertama hanya mimpi, lalu kemudian mimpi itu menjelma menjadi apapun yang bisa merangsang lesung pipitmu. Kau tersenyum lalu aku bahagia karena aku punya satu cara lagi membahagiakanmu.
hingga pada akhirnya aku akan sadar ketika melihat senyummu. senyum yang menyimpan makna tentang lukisan tuhan yang sangat mahal harganya. jika aku ingin membelinya aku harus merelakan usiaku dimakan oleh lelah yang berkepanjangan. Mungkin aku tak mampu..
Biarkan saja aku mati dalam Penantian !!