Teruntuk hati yang terlalu letih menanti
Kau telah lama di tunggu kebahagiaan tak bertulang
Ia melenturkan tubuhnya yang di penuhi harapan ke tiap rongga rongga sepi yang hampir mati
Mungkin karena terlalu lama tualang
Teruntuk rindu yang kini telah membiru
Kau tidak secerah warna yang pernah mimpi janjikan
Ia memilih menyesaki dadanya dengan keraguan daripada dirimu
Mungkin karena terlalu lama dalam khayalan
Teruntuk kau yang tak pernah mengerti
Hatiku telah membiru dan letih
Lekaslah menjadi hujan yang membasahi ruas ruas jalan ingatan yang tak akan menjadi kenangan
Mungkin kau bisa memilihku untuk kita berdua yang menjadi sepasang kebahagiaan
Nabire, 10 juli 2015
