Pemimpin Kami Ternyata Pemain Bola ( bukan Wasit )
06.25Iya.. lapangannya layaknya negara yang bernama Indonesia, Para pejabat
pemerintahan yang memainkannya .. dan bola itu layaknya kami Rakyat yang
sedang dimainkan.. memang seperti itu.. kami terkadang di oper untuk
merasakan gocekan dari lawan, terkadang kami di oper kiri kanan agar
lawan kebingungan dan kami terkadang diaturkan kondisi ( Pengaturan skor
) agar kami bisa di tempatkan pada gawang yang kalah.. anehnya, sang
pengadil di lapangan sudah tidak jelih
lagi melihat situasi.. Ia malah berpihak pada tim yang punya potensi
untuk membuncitkan perutnya.. Hakim garis ditutup matanya dengan nafsu
kebinatangannya, alhasil ia tak dapat membedakan lagi yang mana ofside
yang mana tidak..
Banyak yang menonton kami, tentu ada yang senang
dan ada yang bahagia.. tidak ada yang geram, karena kami dan indonesia
hanya sebuah permainan.. terkadang kami ingin sekali memecahkan diri
menjadi partikel partikel kecil agar tak bisa lagi dimainkan.. kami
ingin merayap masuk kedalam tubuhnya dan berkembang menjadi penyakit
untuk mereka..
Ya, kami ingin sekali.. tapi bukan permainan jika
mereka tak bisa mendesain ulang bolanya agar permainan tetap
berlangsung.. ini hanyalah pertandingan persahabatan.. bukan piala dunia
atau piala bergengsi lainnya.. SESEKALI, TENDANGLAH KAMI KE MUKA LAWAN
DAN BIARKAN MEREKA KESAKITAN, ATAU ARAHKAN KAMI KE ARAH ALAT VITALNYA
AGAR IA DI TANDU KELUAR LAPANGAN... itu hanya akan bisa di lakukan jika
ada pemain yang melakoni perannya sebagaimana pemain yang ingin
bersahabat dengan bola, dan ingin menjadi pemain terhebat sepanjang
sejarah sepak bola.. bukan mau jadi pemain termahal didunia...

0 komentar