Kau dan jingga

03.22

Jiwamu selalu membelokkan rindu
Kau bergantung pada anak kecil
Ditubuhmu bernama kegelisahan
Kau selalu mempertanyakan sebab dari sebuah tanya
Selalu meneriaki akibat apabila terlalu sulit untuk kau terima
Tenang, kau tak usah menggertakku
Tak usah menaruh kemarahan pada katamu
Kau hanya perlu menaruh kening diatas sajadahmu
Tenangmu doaku
Kegelisahanmu dosaku
Kau selalu bercerita tentang keindahan senja saat sore menghabisi mata kita dengan jingganya
Tapi apakah kau seperti senja yang bisa menghabisi kegelisahanmu dengan keindahanmu?
Aku akan terus bertanya
Selalu akan mempertanyakan rindu

Jika nanti rindu kembali menghujam tubuhmu jangan dibelokkan lagi,
Aku tau kau dan seluruhmu bukan kau dan lirihmu.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images