Sajak Terakhir Untuk Perempuanku

03.19

Perempuanku..
aku mengemis, mengembalikkan waktu..
Saat Tangan halusmu melambai kearahku
tertindih doa yang diikuti kata selalu
sembari mengutuk takdir yang tak memihakku

Perempuanku..
ada harapan yg bersembunyi dibalik diamku
saat dunia memalingkan wajahnya dariku
dihujat kata 'Mengapa' yang selalu membelenggu
mengapa Tuhan dan semesta setega itu padaku ?

Perempuanku..
aku tak menyesal pernah memantaskan diri untukmu
karna kini kau telah berhasil menyolehkan dirimu
aku tak menyesal pernah menerbangkan doa untukmu
karna kini aku tau, bukan aku yang akan menuntunmu

Perempuanku..
dalam cerita kita, aku dan kamu selalu mengelu
kita selalu berjuang namun akhirnya mengadu
kita lupa, kita hanya pemeran dari skenarionya
mungkin aku dan kamu tak punya tempat dipelukannya

Maafkan Aku Perempuanku...
Kau adalah alasan mengapa aku mengerti tentang ketulusan
Karna dalam cerita kita cinta dan keabadian tak pernah diceritakan..

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images