Perempuan Di Ujung Pelangi
20.32
dinda ..
Kau kukejar tak sekedar
Mencabik Takdir tak berakar
Membringas Hati seolah letih
Menyiapkan peti menunggu mati
dinda ..
Kau adalah potret Keajaiban
Dimana Tuhan memperkenalkan keindahan
Mataku bukan untuk menatapmu
Jantungmu tak berdetak untukku
dinda ..
Kau terlalu Jauh diujung pelangi
Kaki menertawakan Perjalanan hati Menggapaimu
Langkah tersendat semakin pedih
Terlalu dalam Pesonamu merangsang imajiku
dinda ..
Ku pasrahkan kau dalam bait bait doa
Ku relakan kau dalam lantunan ayat cinta
ku senandungkan nada kekalahan dalam Nyanyian
ku Larikan akal untuk mengolahmu dalam Khayalan
dinda ..
Aku takut melihat jiwaku berdarah
Aku enggah meluapkan amarah
Kau terlalu suci nan indah
Terpatra dalam hati impian ku papah
Dinda ...
Maaf pernah mencumbui dalam ilusi
Maaf pernah mengkhayalkanmu dalam sunyi
Genggaman tanganku masih khusyu dalam doa
dan aku mencintaimu sepanjang usia Semesta ..
Kau kukejar tak sekedar
Mencabik Takdir tak berakar
Membringas Hati seolah letih
Menyiapkan peti menunggu mati
dinda ..
Kau adalah potret Keajaiban
Dimana Tuhan memperkenalkan keindahan
Mataku bukan untuk menatapmu
Jantungmu tak berdetak untukku
dinda ..
Kau terlalu Jauh diujung pelangi
Kaki menertawakan Perjalanan hati Menggapaimu
Langkah tersendat semakin pedih
Terlalu dalam Pesonamu merangsang imajiku
dinda ..
Ku pasrahkan kau dalam bait bait doa
Ku relakan kau dalam lantunan ayat cinta
ku senandungkan nada kekalahan dalam Nyanyian
ku Larikan akal untuk mengolahmu dalam Khayalan
dinda ..
Aku takut melihat jiwaku berdarah
Aku enggah meluapkan amarah
Kau terlalu suci nan indah
Terpatra dalam hati impian ku papah
Dinda ...
Maaf pernah mencumbui dalam ilusi
Maaf pernah mengkhayalkanmu dalam sunyi
Genggaman tanganku masih khusyu dalam doa
dan aku mencintaimu sepanjang usia Semesta ..


0 komentar