Membunuh Terbunuh
10.11
Meyantap titik bersih suplemen kehidupan..
Mencari dan memungut disudut jalan..
Mata mereka menatapku tajam..
Seolah memegang pedang untuk menikam..
.
Aku tak peduli dengan mata itu..
Ah.. dia tau apa soal hidup begini ??
Yang dia tau hanyalah beronani..
Dan itu hanya mengeluarkan air mani..
.
Kini Mereka terus menginjak rasa..
Dan aku terlalu sibuk meneriakkan asa..
Aku berharap pada malaikat pembawa berita..
Bukan pada iblis perusak semesta..
.
Aku berdiri dan membakar surga..
Surga mereka, tapi bagiku gudang malapetaka..
Surga mereka terlalu panas untuk sang pemapah..
Bahkan untuk bernafas aku tak punya kuasa..
Mencari dan memungut disudut jalan..
Mata mereka menatapku tajam..
Seolah memegang pedang untuk menikam..
.
Aku tak peduli dengan mata itu..
Ah.. dia tau apa soal hidup begini ??
Yang dia tau hanyalah beronani..
Dan itu hanya mengeluarkan air mani..
.
Kini Mereka terus menginjak rasa..
Dan aku terlalu sibuk meneriakkan asa..
Aku berharap pada malaikat pembawa berita..
Bukan pada iblis perusak semesta..
.
Aku berdiri dan membakar surga..
Surga mereka, tapi bagiku gudang malapetaka..
Surga mereka terlalu panas untuk sang pemapah..
Bahkan untuk bernafas aku tak punya kuasa..


0 komentar