Pundak dan ranting yang gagal tumbuh
23.00Aku belajar mengenal senyum
Sebelum pertemuanku patah dalam rindu yang mematikan
Bagiku, senyum hanya sekedar lengkungan indah yang terpahat di wajah
Bila ia tak di kenali
Namun jika kau mau mengenalnya
Kau akan berenang di antara mata yang pernah merekam tawanya
Menyusuri sungai asinairmata pekat di pipinya yang mungkin telah kering
Dan bibir yang pernah di tumbuhi caci maki sebab kehilangan
Kau akan menemukannya
Senyum punya dua cara menyempurna
Ia bisa rebah di pundak yang haus akan cerita cerita sedih untuk diteduhkan
Atau, mati bersama kesepian malam bersama ranting ranting yang gagal tumbuh di masa depan
Nabire, 7 agustus 2015

0 komentar